Latest Entries »

Kumpulan Cerpen Santri

Sajadah yang Tak Pernah Kering cerpen

KEIKHLASAN CINTA ceren

Selamat dan Sukses

Segenap kru dan redaksi Majalah Dinding An Naja mengucapkan selamat dan sukses atas diwisudanya:

  1. SANTI RAHAYU  [ Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, S1 (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)].
  2. FANNI MUJAHADAH [ Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, S1 (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)].
  3. ELIS CAKHAYAWATI [Sastra Inggris, S1]
  4. LATHIFATUN NISA [Pendidikan Sejarah, S1]
  5. M SODIQUR RIFQI [Pendidikan Kimia, S1]
  6. SULISTIONO [Akuntansi, S1]

Islamic Widget

Seorang pemuda yang sedang meratapi nasibnya sore itu, di sebuah telaga kecil ia hampir tak berdaya dengan apa yang dihadapinya, “Oh…malangnya nasibku, sekian lama aku mengaji di pesantren itu, tak paham pula aku mencerna ilmu dari ustadz, imriti tak hafal, nahwu-shorof tak paham, qiroatul kitab….duhh…apa lagi. Benar- benar malang nasibku, aku sering dimarahi ustadz dan diejek teman karena kebodohanku, ya Allah…aku sudah mantap kabur dari pondok. Aku tak sanggup menimba ilmu di sana. Lebih baik, aku berkelana mencari arti hidup ini.” Sambil mengusap tetesan air mata di pipinya, ia masih termenung di telaga itu.
Pemuda itu bernama Syukron, pemuda yang putus asa setelah ia balajar di sebuah pondok pesantren. Ia merasa tak mendapat hasil apa-apa. Ia putus asa, ia sudah berusaha tapi tak bisa. Ia memutuskan kabur dari pesantren itu.
Siang itu semakin terik terasa, punggung Syukron yang terpanggang panas matahari. Ia masih duduk termenung di sebuah telaga kecil itu. Hingga mentari hampir terbenam, ia masih duduk merenung.
Tiba-tiba, datanglah seorang petani tua yang pulang dari sawah, petani tua itu bernama Mbah Aki. Kakek itu melihat seorang pemuda yang termenung dan menangis di telaga itu, kemudian ia pun menghampirinya, “Nang Cah Bagus, apa yang sedang kau lakukan di telaga ini? Tidak baik melamun di tempat sepi seperti ini, bisa kemasukan setan lho!” kata kakek itu kepada Syukron. “Kakek ini siapa? Tak perlu kakek risaukan aku. Kan aku orang yang tidak berguna Kek…” jawab Syukron. “Ah….apa yang kau katakan  Nak, kamu ini ada-ada saja,perkenalkan namaku Aki, panggil saja saya dengan Mbah Aki. Namamu siapa Nang cah Bagus?” Tanya Kakek. “Namaku Syukron Mbah Aki,aku benar-benar bodoh Mbah, aku tak hafal Imriti, nahwu-shorof tak paham, qiroatul kitab apa lagi. Kuputuskan kabur dari pondok Mbah..” Syukron menjelaskan kepada Mbah Aki.
Dengan tersenyum, kakek itu mengajak Syukron ke rumahnya, di rumah Mbah Aki, Syukron disuguhi segelas air putih, “Syukron, silakan kau minum air ini!” kata kakek sambil memberikan segelas air putih itu, “Bah….!!!!!” Syukron menyemburkan air gelas itu dari mulutnya. ”Apa yang Mbah berikan kepadaku? Air ini asin sekali!” Gerutu Syukron kepada Mbah Aki. Sambil tersenyum Kakek itu berkata, “Nah, sekarang kau akan ku ajak ke telaga tadi, ayo ikut Mbah”. “Kenapa Mbah kita ke telaga lagi?” Tanya Syukron penasaran. “Sudahlah ikut saja! Kau akan tahu jawabannya nanti”. Jawab Mbah Aki dengan tenang.

Sesampainya di telaga, kakek itu menghanyutkan butiran garam. “Nah, air telaga ini sudah aku beri garam sama dengan garam yang diberikan pada air gelas yang kau minum tadi. Sekarang kau minum air telaga ini Nak.” Pinta Mbah Aki kepada Syukron. Syukron pun meminumnya, “Wah…segar sekali Mbah, tidak asin sama sekali.”
Mbah Aki pun mengajak Syukron duduk di pinggir telaga, “Nang Cah Bagus Syukron, gelas dan telaga tadi adalah hati, jika hatimu sesempit gelas, maka masalah apapun akan terasa berat. Seperti air gelas yang diisi garam, akan sangat terasa asin. Lain halnya jika hatimu seluas telaga ini, maka masalah apapun akan terasa ringan, seperti air telaga yang diberi garam, tak akan terasa asin, malah akan terasa segar. Jadilah kau seorang pemuda yang memiliki hati seluas telaga, agar masalah apapun yang kau hadapi, akan kau hadapi dengan ringan atau tak terasa berat dan tak menyakitkan. Ingat Syukron, Kau masih muda, masih banyak prestasi yang harus Kau raih, masih banyak ilmu yang harus Kau dapat, masih terbentang harapan luas di depanmu, raih semua itu Syukron! Kau harus semangat!!” Jawab Mbah Aki. “Oh…begitu Mbah, kini aku mengerti, aku akan meraih ilmu, meraih prestasi, dan mencari harapan di depanku. Aku akan kembali ke Pesantren Mbah. Aku pasti bisa!!”. Kata Syukron dengan semangat. “Bagus Nak, pulanglah  ke pesantren, di sana kau akan mendapat apa yang kau cita-citakan, bersemangatlah Syukron!”  Mbah Aki memberi semangat kepada Syukron.
Syukron pun berpamitan dengan Mbah Aki, Ia menuju pesantren dengan semangat baru dan harapan baru.

By: Santri SL_3

Assalamualaikum……….
Setelah lama vakum, Annaja sekarang terbit lagi loch………!!!!!!!!!
Mb’ Yu…………Kang Mas…………..gimana kabarnya? Baek2 aja kan. Alhamdulillah………!
Dengan terbitan Annaja pertama ini, Annaja jadi tambah seru dan cuantiiiiiiik loch!!!. Apalagi redakturnya…, tak mau kalah dooonk dengan karya2 yang dibuat.
Sebenernya Annaja tuuh mau ngajak njenengan semua ikut berpartisipasi menuangkan segala inspirasi dan karya2 njenengan semuanya. Makanya  Annaja buat rubrik2 ini. Annaja juga pengeeeeeeen buangeeett dapet kritik & saran dari njenengan semuanya. Biar Annaja ga’ kalah hebatnya dengan yang lain.
Diterbitan pertama ini Annaja ada apa aja ya?. Annaja tuh ada Salam SaSa, Biografi, Tips, SajakQ, Cerpen, Cergam, Info, Kafe Annaja, DLL. And njenengan boleh kok kirim2 salam ke siapaaaa… gitu..!!semisal “ini Agness, salam buat kang Hada’ dooonk!!!”.
Semoga dengan rubrik2 yang Annaja buat ini bisa membuat kita semua jadi tambah seeemangat, cerdas, kreatif,dan tambah2 yang lainnya .Amiiiin.
Sekian ya dari Annaja. Selamat membaca….!!!!.Terima kasih…….
Wassalamuallaikum………….
Redaktur

Pemimpin Redaksi
-    Hadi Rois
-    Aries Septiyani
Redaktur
Larasati, ST12, Anggrek, Santy SL3, CEETY, AS_VIOLET, CI2T, AgSa, Adiraes.

Kuis

Kalau Kuda menghadap ke timur, maka ekornya menghadap ke mana?
2.    Kenapa anak kecil tidak boleh minum arak?
3.    Bisa melakukan untuk orang lain tetapi tidak bisa melakukan untuk diri sendiri?
4.    Hitam, kecil kalau ditekan bisa nonjok,apa hayo?
5.    Dipencet pusarnya, matanya melotot,apaan tuuuuh?
6.    Penyakit apa yang populer di negara Cina?

rimayantir

Anda tahu jawabannya? Jangan ragu2 segera kirimkan jawaban anda ke Redaksi Annaja!!!! Tak tunggu jawabannya ya……………CPT…..GPL………….!!!!!!!
(Bagi tim redaktur ANNAJA dilarang ikut menjawab)
Jam kerja (23.47-23.48 waktu AlAsror)

Ustadz Rahmat yang terkenal sabar itu lama2 kesal juga kepada muridnya yang bernama Fatimah yang sering datang terlambat.
“Fatimah, mengapa kamu terlambat lagi?” tanya ustadz Rahmat.
“Saya mengantar adik dulu yang sakit ke Puskesmas Pak!” jawab Fatimah.
“Kamu jangan bohong pada Bapak ya!, sebab ketika Bapak berangkat ke Madrasah tadi, Bapak bertemu dengan adik kamu sedang bermain bersama teman2nya di lapangan”, kata ustadz Rahmat pura2.
“Bapak juga bohong, sebab sebenarnya saya tidak punya adik”.
“Hah…………………tidak punya adik?!!!!!!!!!!!”.

By: ChunyAng

Saat semua insan terbuai mimpi

Dia datang tuk mengabdi

Berucap tasbih tuk agungkan asma Ilahi

Berucap dzikir tuk sucikan diri

Dalam sujudnya

Berjuta harap memenuhi jiwa

Butiran air mata

Iringi seluruh rasa

Penyesalan atas dosa-dosa

Dalam sepinya

Dia lantunkan kalla-kalam agung-Nya

Berharap ridlo-Nya kan selalu ada

Dan pintu taubat

Masih selalu terbuka

By : Nafi’a

Persahabatan itu suci

Yang timbul dari hati ke hati

Bukan untuk menyakiti

Melainkan untuk saling menyayangi

Tapi………

Banyak persahabatan ternoda

Karna banyak menggunakan harta

Banyak orang tersiksa

Karna sahabat yang tak setia

Tapi………

Banyak juga persahabatan yang abadi

Karna sahabat yang menepati janji

Banyak juga pertumpahan darah

Demi membela sahabat yang tak bersalah

By: Mutiara Hati

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.